BPHM Menuju ISO 9001:2015

BIRO Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Lampung (BPHM Unila) menggandeng IAPMO R&T (International Association of Plumbing and Mechanical Officials Research and Testing) melakukan audit eksternal. 

  

BPHM Menuju ISO 9001:2015

BIRO Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Lampung (BPHM Unila) menggandeng IAPMO R&T (International Association of Plumbing and Mechanical Officials Research and Testing) melakukan audit eksternal. 

Audit dilakukan guna melihat kesesuaian antara kriteria dan aktual implementasi di lapangan. Apabila BPHM telah memanfaatkan dan menerapkan sistem manajemen mutu yang diterapkan, IAPMO R&T akan menerbitkan sertifikat ISO (International Organization for Standardization) 9001:2015 sebagai sertifikat standar manajemen pelayanan. 

Audit pada Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila ini rencananya dilangsungkan selama dua hari mulai hari ini, Rabu (30/11) hingga Kamis (1/12) di Ruang Kepala Biro BPHM, lantai III Gedung Rektorat, Unila. 

Kegiatan diawali dengan opening meeting yang dihadiri Wakil Rektor Bidang PK-TIK Prof. Mahatma Kufepaksi, Kabag Perencanaan dan Evaluasi Dra. Retno Daruwati, Kabag Informasi dan Humas Yodhi Rahmadani, S.E., Kasubbag Perencanaan, Program, dan Anggaran Syamsul Huda, S.I.P., M.M., Kasubbag Evaluasi Perencanaan, Program, dan Anggaran Dr. Basrowi, Kasubbag Informasi Sartini, S.H.M.H., Kasubbag Humas M. Badrul Huda, serta para staf di biro setempat. 

Bertindak sebagai auditor Agus Hermawan, S.E., M.M., dengan skup terdaftar bernama Perencanaan dan Evaluasi Program dan Anggaran serta Layanan Informasi dan Hubungan Masyarakat, Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat. 

Wakil Rektor Bidang PK-TIK Prof. Mahatma Kufepaksi berharap, BPHM Unila mampu memperoleh hasil dari apa yang sudah dilakukan selama ini. “Harapan saya, dengan audit eksternal ini akan semakin membuat maju Unila,” ujarnya.

Selama dua hari, dijadwalkan auditor akan melakukan sejumlah pertemuan dimulai dari top management, management representative, dan subbagian masing-masing. Menurut Agus Hermawan, audit akan dilakukan dengan metode sampling dan random. “Kami tekankan bahwa audit bukan mencari kesalahan namun melihat kesesuaian dari sistem yang telah diterapkan sehingga tidak ke luar dari manual mutu dan prosedur yang ada,” paparnya. 

Untuk diketahui, ISO 9001 merupakan sertifiat berstandar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya.[inay/humas]


ARTIKEL LAINNYA